Sabtu, 18 April 2009

Hasil Pemilu Sementara

Pesta demokrasi Indoneisa baru saja diselenggarakan, dengan cukup sukses pada 9 april kemarin. Dengan hasil quick count LSI (per 10 januari,pukul 10.48pm) , 10 parpol besar seperti di bawah ini :

- Partai Demokrat : 20.9%

- PDIP : 14.6%

- Golkar : 14.3%

- PKS : 8.6%

- PAN : 7.5%

- PKB : 6.8%

- PPP : 5.1%

- Gerindra : 4.8%

- Hanura : 3.5%

- PKPB : 1.6%

sumber :http://pastipanji.wordpress.com/

d


d

Jumat, 03 April 2009

Pembangunan Agrbisnis di Pedesaan

PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN POSISI TAWAR PETANI MELALUI KELEMBAGAAN PERTANIAN DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN AGRIBISNIS DI PEDESAAN

Indonesia memiliki potensi agribisnis yang sangat besar dan beragam serta tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun sayangnya potensi tersebut masih belum dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga sektor agribisnis menjadi tulang punggung perekonomian yang kuat. Bahkan terdapat kekhawatiran bahwa sektor agribisnis kita akan mengalami penurunan seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi sektor ini. Kompleksnya permasalahan ini mencakup tidak hanya aspek teknis dan ekonomis, namun juga aspek sosial dan politik bangsa.

Upaya peningkatan produksi pertanian hanya nampak pada beberapa komoditi tanaman pangan yang sarat dengan muatan politis seperti halnya beras dan gula. Sementara berbagai komoditas potensial lain pada sub-sektor hortikultura, perkebunan dan peternakan, di samping jenis-jenis komoditi tanaman pangan lainnya masih belum berkembang dengan baik. Jika pun ada upaya untuk meningkatkan produksi berbagai komoditi agribisnis ini, namun hasilnya tidak jarang menjadi bumerang yang menyakitkan para petani. Meningkatnya produksi tidak jarang diikuti dengan anjloknya harga, sehingga pasar telah menjadi sesuatu yang sangat tidak bersahabat bagi petani dan pengembangan sektor pertanian itu sendiri. Proses kanibalisme aktivitas pemasaran terhadap aktivitas produksi di satu sisi menyebabkan petani tidak bergairah dalam menjalani profesinya. Hal ini menyebabkan kuantitas dan kualitas produksi yang dihasilkan menjadi rendah. Di sisi lain, proses kanibalisasi tersebut berpengaruh pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi wilayah pedesaan, walaupun sebenarnya memiliki berbagai komoditas agribisnis unggulan. Tidak berkembangnya sektor pertanian dan wilayah pedesaan mengantarkan kita pada kondisi yang semakin mengkhawatirkan dimana dijumpai fenomena engganya para generasi muda pedesaan untuk melanjutkan profesi petani ini.

Dalam konteks sistem agribisnis, disamping sub-sistem on-farm (budidaya) dan sub-sistem off-farm (baik yang di hulu yaitu penyediaan input faktor maupun yang di hilir yaitu pengolahan dan pemasaran hasil) terdapat sub-sistem penunjang (supporting service sub-system). Aktivitas pada sub-sistem penunjang ini mencakup pendidikan, latihan dan penyuluhan, penelitian dan pengembangan, permodalan dan asuransi, advokasi serta pengadaan aspek legal peraturan yang mendukung. Pada umumnya, sub-sistem penunjang ini ditafsirkan sebagai aktivitas yang seharusnya dijalankan oleh pemerintah. Karena tentunya petani secara perorangan tidak akan mampu melakukan peran tersebut. Namun demikian, jika para petani bergerak dalam suatu bentuk kerjasama yang solid, bukannya tidak mungkin berbagai aktivitas sub-sistem penunjang ini dapat mereka laksanakan dengan baik.

Dewasa ini tingkat kesejahteraan petani terus menurun sejalan dengan persoalan-persoalan klasik yang dialaminya, sekaligus menjadi bagian dan dilema dari sebuah kegiatan agribisnis di tingkat produsen pertanian. Tingkat keuntungan kegiatan agribisnis selama ini lebih banyak dinikmati oleh para pedagang dan pelaku agribisnis lainnya di hilir (Sumodiningrat, 2000). Oleh karena itu, diperlukan kelembagaan ekonomi pedesaan yang mampu memberikan kekuatan bagi petani (posisi tawar yang tinggi). Kelembagaan pertanian dalam hal ini mampu memberikan jawaban atas permasalahan di atas. Penguatan posisi tawar petani melalui kelembagaan merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak dan mutlak diperlukan oleh petani, agar mereka dapat bersaing dalam melaksanakan kegiatan usahatani dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya (Suhud, 2005).

Peningkatan posisi tawar petani dapat meningkatkan akses masyarakat pedesaan dalam kegiatan ekonomi yang adil, sehingga bentuk kesenjangan dan kerugian yang dialami oleh para petani dapat dihindarkan. Pengembangan masyarakat petani melalui kelembagaan pertanian/kelompok tani ataupun Koperasi merupakan suatu upaya pemberdayaan terencana yang dilakukan secara sadar dan sungguh-sungguh melalui usaha bersama petani untuk memperbaiki keragaan sistem perekonomian masyarakat pedesaan. Arah pemberdayaan petani akan disesuaikan dengan kesepakatan yang telah dirumuskan bersama. Dengan partisipasi yang tinggi terhadap koperasi, diharapkan rasa ikut memiliki dari masyarakat atas semua kegiatan yang dilakasanakan koperasi akan juga tinggi.

Konsep pemberdayan masayarakat pedesaan melalui koperasi bukanlah konsep baru, banyak kendala dan hambatan yang harus diperhatikan dalam pengembangan koperasi di pedesaan, diantaranya adalah : (a) rendahnya minat masyarakat untuk bergabung dalam kelompok tani/koperasi, hal ini disebabkan karena kegagalan-kegagalan dan stigma negatif tentang kelembagaan tani/koperasi yang terbentuk di dalam masyarakat. Kegagalan yang dimaksud diantaranya adalah ketidakmampuan kelembagaan tani/koperasi dalam memberikan kebutuhan anggotanya dan ketidakmampuan dalam memasarkan hasil produk pertanian anggotanya. (b) adanya ketergantungan petani kepada tengkulak akibat ikatan yang ditimbulkan karena petani melakukan transaksi dengan para tengkulak (pinjaman modal, dan memasarkan hasil). Dan (c) rendahnya SDM petani di pedesaan menimbulkan pemahaman dan arti penting koperasi terabaikan.

Kelompok tani dan koperasi dan petani (anggota) harus memiliki hubungan yang harmonis, tanpa hubungan yang harmonis dan saling membutuhkan sulit dibayangkan kelompok tani/koperasi mampu dan dapat bertahan. Tapi dengan adanya prinsip saling membutuhkan tersebut kelompok tani/koperasi akan mampu menjadi lembaga perekonomian masyarakat pedesaan khususnya petani yang dapat memberikan keuntungan baik dari segi ekonomi dan sosial.

Prospek pertanian dan pedesaan yang berkembang setelah krisis ekonomi semakin mendorong kebutuhan akan adanya kelembagaan perekonomian komprehensif dengan kegiatan usaha yang dilakukan oleh petani atau pengusaha kecil. Hal ini sejalan dengan adanya pemahaman bahwa nilai tambah terbesar dalam kegiatan ekonomi pertanian dan pedesaan terdapat pada kegiatan yang justru tidak dilakukan secara individual. Namun, nilai tambah tersebut didapatkan pada kegiatan perdagangan, pengangkutan, pengolahan yang lebih ekonomis bila dilakukan secara bersama-sama dengan pelaku lain sehingga diharapkan keuntungan dapat dinikmati secara bersama-sama.

Menurut Baga (2006) pengembangan kelembagaan pertanian baik itu kelompok tani atau koperasi bagi petani sangat penting terutama dalam peningkatan produksi dan kesejahteraan petani, dimana: (1) Melalui koperasi petani dapat memperbaiki posisi rebut tawar mereka baik dalam memasarkan hasil produksi maupun dalam pengadaan input produksi yang dibutuhkan. Posisi rebut tawar (bargaining power) ini bahkan dapat berkembang menjadi kekuatan penyeimbang (countervailing power) dari berbagai ketidakadilan pasar yang dihadapi para petani. (2) Dalam hal mekanisme pasar tidak menjamin terciptanya keadilan, koperasi dapat mengupayakan pembukaan pasar baru bagi produk anggotanya. Pada sisi lain koperasi dapat memberikan akses kepada anggotanya terahadap berbagai penggunaan faktor produksi dan jasa yang tidak ditawarkan pasar. (3) Dengan bergabung dalam koperasi, para petani dapat lebih mudah melakukan penyesuaian produksinya melalui pengolahan paska panen sehubungan dengan perubahan permintaan pasar. Pada gilirannya hal ini akan memperbaiki efisiensi pemasaran yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, dan bahkan kepada masyarakat umum maupun perekonomian nasional. (4) Dengan penyatuan sumberdaya para petani dalam sebuah koperasi, para petani lebih mudah dalam menangani risiko yang melekat pada produksi pertanian, seperti: pengaruh iklim, heterogenitas kualitas produksi dan sebaran daerah produksi. Dan (5) Dalam wadah organisasi koperasi, para petani lebih mudah berinteraksi secara positif terkait dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas SDM mereka. Koperasi sendiri memiliki misi khusus dalam pendidikan bagi anggotanya.

Kelompok tani atau Koperasi merupakan salah satu struktur kelembagaan yang cukup penting di masa sekarang dan yang akan datang, dalam upaya pemberdayaan petani dan pemasaran komoditas yang dihasilkan di wilayahnya, sekaligus menjadi kelembagaan pertanian yang dapat memberikan jaminan kepastian harga produk pertanian, sehingga harga yang diterima dapat menguntungkan petani. Bergabungnya petani dalam kelembagaan koperasi akan menguatkan institusi tersebut sebagai lembaga perekonomian pedesaan, dimana anggotanya akan memiliki posisi tawar yang kuat untuk dapat memasarkan hasil pertaniannya, sehingga kesejahteraan petani mengalami peningkatan hal ini diakibatkan naiknya pendapatan petani yang tergabung dalam kelompok tani atau koperasi.

Maka dapat disimpulkan, bahwa salah satu bentuk kelembagaan yang ideal di pedesaan adalah kelompok tani atau, dimana tujuan awal pembentukan dari kelompok tani/koperasi ini adalah untuk meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pemberdayaan petani dalam kelembagaan koperasi yakni KUD, merupakan suatu bentuk alternatif dari model pembangunan masyarakat pedesaan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar bermatapencarian sebagai petani/buruh tani. Koperasi dalam hal ini memberikan jaminan keuntungan bagi anggota baik dari segi sosial dan ekonomi, selain itu yang utama adalah peningkatan posisi tawar petani dapat ditingkatkan sehingga mereka mempunyai kekuatan untuk ’menentukan’ harga produk pertaniannya.

Disampaikan oleh: Feryanto. W. Karo-Karo, Staf Pengajar (Dosen) Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). IPB.

ANALISIS

Dari artikel mengenai pemberdayaan dan peningkatan posisi tawar petani melalui kelembagaan pertanian dalam konteks pembangunan agribisnis di pedesaan kami dapat mengetahui bahwa terlalu banyak peran dari kelembagaan pertanian itu sendiri. Ketika awal mula kami mempelajari tentang kelembagaan social kami kurang memahami hal itu, namun ternyata ada banyak sekali peranan penting dari sebuah kelembagaan. Dalam bidang pertanian, petani sering menjadi pihak yang dirugikan atas produk yang telah mereka hasilkan. Hal ini menyebabkan para generasi muda yang berada di pedesaan enggan untuk meneruskan profesi sebagai petani. Mengingat hal itu, kami sadar bahwa peran kelembagaan sangat penting untuk meningkatkan posisi tawar petani (kekuatan harga ditingkat petani) di dalam pemasaran komoditi hasil pertanian. Peran-peran itu diantaranya:

1. Petani dapat memperbaiki posisi rebut tawar mereka baik dalam memasarkan hasil produksi maupun dalam pengadaan input produksi yang dibutuhkan.

2. Dalam hal mekanisme pasar tidak menjamin terciptanya keadilan, kelembagaan dapat mengupayakan pembukaan pasar baru bagi produk anggotanya.

3. Para petani dapat lebih mudah melakukan penyesuaian produksinya melalui pengolahan pasca panen sehubungan dengan perubahan permintaan pasar.

4. Dengan penyatuan sumberdaya para petani dalam sebuah kelembagaan, para petani lebih mudah dalam menangani risiko yang melekat pada produksi pertanian, seperti: pengaruh iklim, heterogenitas kualitas produksi dan sebaran daerah produksi.

5. Para petani lebih mudah berinteraksi secara positif terkait dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas SDM mereka.

Adapun contoh dari kelembagaan pertanian itu sendiri adalah kelompok tani dan koperasi. Program kelompok tani atau pun koperasi sudah cukup lama kita dengar, namun sepertinya peran dari kelompok tani/koperasi tidak terlalu banyak dirasakan oleh petani, hal ini disebabkan adanya kegagalan-kegagalan dan stigma negative dari koperasi yang ada di masyarakat, koperasi tidak mampu menyediakan kebutuhan para anggotanya, ketergantungan terhadap terkulak dan lain-lain sehingga petani enggan berpartisipasi dalam kelembagaan tersebut.

Pengembangan masyarakat petani melalui kelembagaan pertanian/kelompok tani ataupun Koperasi merupakan suatu upaya pemberdayaan terencana yang dilakukan secara sadar dan sungguh-sungguh melalui usaha bersama petani untuk memperbaiki keragaan sistem perekonomian masyarakat pedesaan. Peningkatan posisi tawar petani dapat meningkatkan akses masyarakat pedesaan dalam kegiatan ekonomi yang adil, sehingga bentuk kesenjangan dan kerugian yang dialami oleh para petani dapat dihindarkan.

Dalam hal ini peran pemerintah sangat diperlukan untuk memperbaiki kinerja dari kelembagaan pertanian yakni koperasi yang telah dibentuk, agar mampu mengoptimalkan perannya dalam meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan para petani. Telah kita ketahui bersama bahwa nilai tambah terbesar dalam kegiatan ekonomi pertanian dan pedesaan, terletak pada kegiatan perdagangan, pengolahan dan pengangkutan, yang akan lebih ekonomis jika dilakukan secara bersama-sama sehingga diharapkan keuntungan dapat dinikmati bersama untuk meningkatkan kesejahteraan berbagai pihak, tidak hanya pedagang tetapi juga para petani.

Rabu, 18 Maret 2009

Pengakuan Lelaki Terhadap Wanita


Kami sulit menahan pandangan mata kami
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan Allah
kecantikan dan postur yang ideal,
kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian,
karena itu lebarkanlah serta longgarkanlah pakaian kalian
dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.


Kami sulit menahan pendengaran kami
ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan oleh Allah
suara yang merdu dengan irama yang mendayu
karena itu tegaskanlah suara kalian
tatkala berbicara berhadapan dengan kami
dan berbicaralah seperlunya sahaja.


Kami juga sulit menahan
bayangan-bayangan hati kalian,
ketika kalian dapat menjadi
tempat untuk dicurahkan segala isi hati kami,
waktu luang kami kadangkala akan sering terisi
oleh bayangan-bayangan kalian,
kerana itu janganlah kalian membiarkan kami
menjadi curahan hati bagi kalian

Kami tahu kami insan lemah
bila harus berhadapan dengan kalian,
kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh
hanya dengan senyum kalian,
hati kami akan bergetar
ketika mendengar dan melihat kalian menangis.

Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian,
maka jagalah amanah itu
jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan-Nya.

Maha Besar dan Maha Suci Allah yang tahu
akan kelemahan hati kami ini,
hanya dengan ikatan yang suci dan yang diredhai-NYA,
kalian akan menjadi halal bagi kami.

LAlu apa yang telah aku lakukan selama ini..YA Rabb, ampunilah daku.
Untuk setiap pandangan yang tak terjaga,
untuk iman yang tak dipelihara,
lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab,

Ya Rabb, Engkaulah mengawasi kami setiap detik,

kerana kasih sayangMu ya Allah kepada kami,

Engkau perintahkanlah malaikan silih berganti
menemani kami siang dan malam
agar iman kami dapat dijaga...

www.Iluvislam.com
Sumber : Sekretariat NYDP2 MPP Universiti Sains Islam
Malaysia (USIM)

Budidaya

Budidaya Srikaya Jumbo

Srikaya jenis newvarie

SLEMAN – Musim penghujan merupakan musim yang baik untuk mulai bertanam tanaman-tanaman berbuah. Bagi Anda yang tidak memiliki lahan luas, dapat bertanam tanaman buah dengan cara tabulapot (tanaman buah dalam pot). Yang selain tidak memakan lahan banyak juga mudah perawatannya.

Yang perlu disediakan adalah pot bunga ukuran besar atau brum bekas. Hampir semua tanaman buah dapat di tanam secara tabulapot. Dan kunci utama keberhasilan tabulapot itu, pada ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Salah satu jenis tabulapot yang kini sedang di budidayakan oleh ‘Mitra Tani’, adalah tanaman srikaya jenis newvarie asal Australia.

Jenis srikaya ini, sebenarnya dapat tumbuh dengan cepat. Hanya saja, memiliki batang yang mudah patah. Sehingga sangat sulit untuk dilakukan pencakokan.

Srikaya jenis newvarie ini lebih terkenal di kalangan pecinta tanaman buah dengan nama srikaya jumbo. Pasalnya, ukuran buah dari srikaya jumbo ini bisa seberat delapan ons. Luar biasa sekali. Karena rata-rata berat buah srikaya itu hanya 1-2 ons saja.

Kelebihan lain srikaya jumbo ini, pohonnya tak pernah berhenti berbuah. Selain itu, juga memiliki daging yang tebal berwarna putih bersih. Serta, jarang sekali terdapat biji di dalamnya.

“Untuk mengembangbiakan pohon srikaya jumbo ini, memang sedikit agak rumit. Karena harus melewati cara sambung mata dan sambung susu,” tutur Sudihartono pemilik ‘Mitra Tani’ pada N-News (12/11).

Dari dua cara pengembangbiakan itu, teknik sambung mata memiliki masa berbuah sampai satu setengah tahun. Sementara untuk sambung susu, dalam waktu satu tahun sudah berbuah.

Sambung mata dengan cara menyambungkan batang bawah dari jenis srikaya lokal dengan potongan batang srikaya jumbo dan di bungkus plastik biarkan hingga batang benar-benar rekat.

Sedangkan pada sambung susu di ibaratkan tanaman menyusu induk tanaman hingga siap tanam. Dengan cara batang bawah yang telah ditanam di polybag di potong serong, kemudian pilih cabang srikaya jumbo yang baik, sayat kulit srikaya jumbo dan tempel dengan batang bawah tanpa memutus batang sambungan dengan tanaman induk. Setelah kedua cabang benar-benar merekat barulah hasil sambung susu dapat dipisahkan dengan tanaman indukkan.

Harga jual bibit baik dari hasil sambung mata atau sambung susu hanya di hargai Rp 40 ribu/pohonnya, cukup murah khan. Lagipula ‘Mitra Tani’ siap mengirim ke seluruh pelosok nusantara tentu saja tambah ongkos kirim dan siap memdampingi para peminat tanaman ini hingga berhasil. Prospek menanam srikaya jumbo ini sangat menggiurkan sekali. Lantaran besar buahnya dan tebal dagingnya, otomatis harganya pun cukup mahal.

Di daerah Kendal, Jawa Tengah, buah srikaya jumbo ini telah di pasarkan di beberapa pusat perbelanjaan. Bayangkan saja keuntungan yang akan didapatkan, jika berat sebuah srikaya bisa lebih dari setengah kilogram.

Pertumbuhan yang paling optimal memang di tanah langsung tanpa pot, tetapi jika lahan terlalu sempit juga dapat ditanam dengan pot.

Hanya saja, jika ditanam dalam tabulapot, sebaiknya gunakan drum bekas yang bisa bertahan hingga enam bulan. “Kalau pakai pot plastik paling lama bertahan sampai tiga tahun saja. Kemudian diperlukan perombakan media tanam secara keseluruhan,” tutur Sudihartono yang alumnus SMU N 1 Sleman ini. danar wulandari

Tips Perawatan Tabulapot Srikaya Jumbo

  1. Siapkan drum bekas yang telah dilubangi alasnya.
  2. Siapkan sekam padi.
  3. Siapkan beberapa batu bata untuk alas drum agar sirkulasi air lancar.
  4. Siapkan media berupa tanah : pupuk kandang : sekam dengan perbandingan 2:1:1.
  5. Isi drum dengan sekam padi setebal 10 cm.
  6. Masukkan media tanam hingga kurang 20 cm dari bibir drum.
  7. Buat lubang ditengah, sesuaikan dengan besarnya tanaman.
  8. Lakukan penyiraman sehari sekali.
  9. Siram dengan rendaman kompos sebulan sekali.
  10. Beri pupuk dasar seperempat sendok makan NPK pertumbuhan (Mutiara Biru) tiga bulan sekali.
  11. Pemangkasan dilakukan secara rutin pada dahan-dahan yang tidak diinginkan.
  12. Untuk memacu pembuahannya, siram dengan Atonik satu sendok makan yang telah dicairkan ditambah satu liter air seminggu sekali (Atonik dapat di beli di toko-toko pertanian dengan harga sekitar Rp 12.500/btl).
  13. Semprotkanlah Atonik ini di bawah daun, pada pagi dan sore hari
  14. Berikan minyak ikan khusus tanaman, dengan ukuran satu sendok makan yang dicairkan dengan satu liter air. Minyak ikan ini banyak dijual di toko pertanian, harganya kurang lebih Rp 20.000/btl
  15. Sebagai ganti minyak ikan dapat diberikan air cucian daging atau ikan.
  16. Selamat mencoba srikaya jumbo ini. Jika mengalami kendala, Anda bisa berkonsultasi dengan Mitra Tani di nomor telepon 081578056085 atau 0274-9307909 atas nama Sudihartono. danar wulandari
disadur dari: http://nasarinews.com

Sabtu, 15 November 2008

Hari ini

Cerita
Hari ini q ikut pelatihan lho

video